BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA

BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA

“Misi utama kita adalah bukan menjadikan muslim pindah kepada agama kristen, tapi mengeluarkan seorang muslim dari ikatan akhlak islami. Tujuan kita adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari islam; generasi muslim yang perilakunya sesuai kehendak kaum penjajah, generasi yang pemalas dan hanya mementingkan kepuasan hawa nafsunya.”(statmen dikeluarkan oleh Samuel Sweimer, Direktur Organisasi dan Misi pada Konferensi Missionaris dikota Quds pada tahun 1935).

  1. A.    REMAJA DAN PORNOGRAFI

Masa remaja adalah masa dimana organ-organ reproduksi sudah mulai bekerja dan nafsu seksual sudah tumbuh. Hal inilah yang menjadikan psikologi remaja suka ingin tahu tetek bengek segala hal yang berbau seksual. Sayangnya, sejauh ini banyak pihak yang belum peduli untuk memberi informasi yang sehat tentang seks kepada remaja.

Orangtua sendiri tak sedikit yang masih menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu, sehingga mereka tak pernah memberikan informasi yang sehat tentang seks kepada anaknya(remaja). Atau karena mereka sendiri miskin informasi tentang seks dan tak tau bagaimana mengkomunikasikan seks yang baik kepda anak. Karenanya, untuk memenuhi keingintahuannya yang besar tentang seks, seringkali remaja mencari alternatif dengan menikmati pornografi secara sembunyi-sembunyi, baik sendirian maupun dengan teman-teman mereka.

SURVEY REMAJA

Hasil survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi dan 93 persen pernah berciuman bibir.

Survei yang dilakukan di 12 kota besar belum lama ini, juga menunjukkan 62,7 persen responden pernah berhubungan badan dan 21 persen di antaranya telah melakukan aborsi. Hasil survei di atas dikuatkan dengan fakta, puluhan siswa SMP di Bandung, Jawa Barat, telah berprofesi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Yang lebih mencengangkan, data yang dihimpun program Save The Children Jawa Barat ini, menunjukkan di antara para PSK remaja tersebut cukup dibayar dengan pulsa telepon selular.

Fenomena ini cukup menjadi alasan kuat semua pihak untuk mencemaskan masa depan generasi penerus bangsa. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyatakan, fenomena ini menunjukkan remaja mengetahui proses reproduksi hanya sebatas hubungan badan.

“Mereka tidak paham betul apa itu kesehatan reproduksi. Jadi melakukannya pun hanya untuk bersenang-senang,” jelas Giri kepada okezone.

Data diatas memberi gambaran kepada kita, bahwa sudah sejak lama pornografi akrab dengan dunia remaja.

“Seksual aktif di kalangan remaja adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Tingginya remaja yang melakukan seks pranikah di rumah karena orangtua merasa aman kalau membiarkan anaknya ada di rumah sendiri, sehingga tidak terlalu diawasi. Padahal, remaja paling banyak melakukannya di rumah,” ujar Dr Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, dalam acara temu media di Gedung BKKBN Pusat, Jakarta.

Menurut Dr Sudibyo, kebanyakan remaja awalnya melakukan hubungan seks pranikah hanya karena coba-coba dan penasaran. Ini terjadi karena kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual yang dimiliki remaja.Selain itu, kurangnya pengawasan orangtua di rumah juga seringkali membuat remaja merasa nyaman dan aman untuk melakukan hubungan seks pranikah.

“Ini juga karena pengetahuan orangtua yang tidak cukup untuk berkomunikasi tentang seksualitas dengan anak. Anak seharusnya mendapatkan informasi yang tepat dari orangtua agar dia tidak mendapatkan informasi yang salah dari luar, karena menurut survei kebanyakan remaja dapat informasi tentang seks dari temannya,” jelas Dr Sudibyo.

  1. B.     BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA

Pornografi adalah barang haram. Setiap yang haram pasti memiliki keburukan dan bahaya. Allah SWT berfirman: “Yaitu mereka yang mengikuti rasul, dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari yang munkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, serta melepaskan berbagai beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS Al-Araf: 157)

Layaknya kecanduan bahan kimia, pecandu pornografi cenderung menggantikan sesuatu hal yang penting dengan seks atau bentuk lain dari pornografi. Orang yang kecanduan pornografi biasanya menggunakan media seperti majalah, video porno atau yang paling sering adalah internet.

Pornografi memiliki bahaya yang sangat besar, terutama para remaja. Psikologi remaja yang masih labil dan adanya pertumbuhan hormon-hormon seksual pada diri remaja,menjadikan pornografi memiliki bahaya(dampak negatif) yang sangat besar terhadap remaja. Diantara bahaya dan dampak negatif pornografi itu adalah:

  1. 1.      Terjerumus Dalam Kemaksiatan Seksual (Onani)

Pornografi yang mengeksploitasi seks secara vulgar akan menjadi perangsang nafsu seks remaja yang memang sudah berkobar-kobar. Bila diibaratkan, nafsu seks dimasa remaja itu seperti rumput kering yang tersiram bensin. Sedikit ada percikan api, maka rumput akan segera terbakar. Begitu halnya pula dengan nafsu seks remaja, sedikit ada perangsang, maka nafsu itu akan berkobar-kobar dan akan mencari pelampiasannya. Pelampiasan itu seringkali dengan cara melakukan: ONANI

Onani atau di kalangan ulama disebut istimna’, adalah mengeluarkan air mani (sperma) dengan tangannya untuk memenuhi hasrat seksual. Psikolog Kensey seperti dikutip Abu Al-Ghifari (2002:74) berpendapat, onani merupakan suatu bentuk rangsangan yang dilakukan dengan sengaja pada diri sendiri untuk memperoleh kepuasan erotik. Rangsangan tidak hanya bersifat taktik(berkaitan dengan sentuhan atau rabaan), melainkan juga berkaitan dengan psikis. Burt menambahkan, objek utama rangsangan perempuan pada klitoris, sedangkan pada pria adalah penis.

Onani sering juga disebut masturbasi. Masturbasi berasal dari bahasa latin, mastur yang berarti “tangan”, dan batio yang berarti “menodai”. Masturbasi dilihat dari asal usul katanya berarti “menodai diri sendiri dengan tangan”. Dari sini diperoleh pengertian, masturbasi adalah” pemuasan kebutuhan seksual terhadap diri sendiri dengan menggunakan tangan”.

Onani sering dilakukan remaja. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi Wanita menyatakan, bahwa hampir 90% remaja pernah/sering melakukan onani.

Lalu, apa pendorong terbesar mereka melakukan onani? Terbukti film porno/video porno menduduki peringkat pertama yang menjadi pendorong mereka melakukan onani. Paling tidak itulah hasil dari polling majalah Hai yang menyebutkan, pendorong terbesar untuk melakukan onani adalah karena menonton film bokep (blue film) yaitu 95 suara. Selebihnya karena melihat cewek berdandan seksi dan karena dorongan nafsu alias horny.

  1. a.      Hukum Onani

Onani adalah bentuk kemaksiatan seksual. Kebanyakan ulama mengharamkan perilaku ini. Madzhab Maliki, madzhab Syafii, Madzhab Hanafi, satu riwayat dari imam ahmad, syekh islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Baz dan lain sebagainya juga menyatakan haram melakukan onani. Orang yang mengelurkan sperma dengan tangannya berarti telah mencari penyaluran nafsu syahwatnya dengan ‘mencari dibalik itu’, maka hukumnya haram. Ada hadis shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dimana Rasulullah bersabda:

“Bagian manusia dari zina ditulis. Ia mengetahui hal itu dan tanpa mustahil. Zina kedua mata adalah telanjang, kedua telinga dengan pendengaran, lidah berzina dengan perkataan, tangan dengan menyentuh, kaki dengan melangkah. Hati berhasrat dan berkeinginan dan hal itu dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. b.      Bahaya Onani

Onani atau masturbasi adalah suatu kemaksiatan. Karenanya ia termasuk perbuatan dosa. Dan setiap kemaksiatan atau perbuatan dosa, akan dapat mendatangkan malapetaka atau musibah bagi pelakunya.

Ibnu Qayyim berkata: “Setiap musibah, bencana, nasib sial, dan kekurangan, baik didunia maupun diakhirat, penyebabnya adalah perbuatan dosa dan tidak melaksanakan perintah Allah.”

Bila diklasifikasi, bahaya onani ada 3:

1)      Bahaya Terhadap Rohani.

Orang yang terperangkap dalam belenggu aktivitas onani sulit sekali untuk menjadi pribadi yang istiqomah. Ia akan menjadi pribadi yang lemah, dan tidak mampu membebaskan dirinya dari belenggu nafsu. Hidupnya akan dirantai nafsu birahi. Karenanya ia akan mudah meremehkan amal-amal ibadah.

2)      Bahaya Terhadap Kesehatan

Secara medis, onani disebut juga sebagai melakukan tindakan mekanis terhadap penis. Tindakan ini bisa membuka kulit penis jadi rusak dan menjadi awal masuknya bibit penyakit. Dalam taraf yang lebih parah, menurut Dr.Rainy Hadi Umbas, Ph.D,SpU (2004), lecet bisa menjadi borok! Ini dinamakan penyakit ulkus banal.

Kalaupun tidak menjadi lecet, onani akan menjadikan kulit penis menebal. Penebalan kulit penis yang biasa disebut fibrosis yang terjadi akibat gerakan mekanis yang terus menerus akan membuat struktur kulit lama-lama jadi berubah. Keadaan ini berpeluang menjadikan kepekaan saraf-saraf disekitar penis berkurang. Sehingga sensitivitas penis terhadap rangsangan pun akan berkurang. Kondisi ini akan menyikasa, karena kelak alat kelamin akan mudah melemah saat melakukan hubungan seks suami istri.

Tidak itu saja, sebagaimana dikemukakan Shaleh Tamimi (2003:26), onani juga bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah, sehingga daya pikir menjadi semakin berkurang, daya paham menurun dan daya ingat juga melemah. Selain itu, penglihatan juga semakin berkurang ketajamannya karena mata tidak lagi normal seperti semula.

3)      Bahaya Terhadap Kejiwaan (Psikologis)

Secara psikis, onani membuat pelakunya merasa bersalah. Menurut polling, paling tidak 69 suara mengaku merasa bersalah setelah melakukan onani. Perasaan bersalah ini akan semakin hebat bila ia tumbuh dilingkungan keluarga atau masyarakat yang memegang teguh norma-norma agama.

Onani juga berefek pada pikiran. Misalnya tidak bisa konsentrasi, atau pikiran jadi mudah terbawa pada apa yang disebut “piktor” alias pikiran kotor. Onani yang berlebihan juga menyebabkan urat saraf tidak stabil, kepercayaan diri akan sirna, menjadi pribadi pemalu dsb.

4)      Terperangkap Dalam Penjara Ketagihan yang Merusak

Bukan hanya narkoba yang mengandung zat adiksi, pornografi juga membuat penikmatnya ketagihan/kecanduan. Bagi remaja, kecanduan situs porno (cybersex) akan membuat ritme belajar menjadi kacau. Secara umum, kecanduan situs porno akan berdampak negatif terhadap karakter seseorang. Berdasarkan penelitian Bingham dan Piotrowski dalam Psychological Report berjudul On-line Sexual Addiction menyebutkan, karakter orang yang kecanduan cybersex adalah:

  • Keterampilan sosial tidak memadai
  • Lebih memilih bergelut dengan fantasi yang bersifat seksual
  • Asyik berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imajinasinya sendiri,
  • Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno dan lupa waktu.

Bahaya atau dampak negatif bagi remaja, kecanduan cybersex akan menjadikan remaja yang tidak gaul (kurang bersosialisasi) dan kuper, remaja yang hidupnya selalu dirantai birahi, suka mengkhayal/berfantasi seksual, serta waktu dalam hidupnya akan terbuang percuma untuk sesuatu yang tidak produktif, bahkan dapat bersifat destruktif alias dapat merusak diri dan masa depannya.

5)      Terhempas Dalam Lembah Pergaulan Bebas (Freesex)

 

Adapun tanda-tanda anak/remaja yang kecanduan pornografi Setidaknya ada delapan tanda seorang anak atau remaja yang keranjingan gambar, film atau materi berbau pornografi:

1. Suka menyendiri

2. Bicara tidak melihat mata lawan bicara

3. Prestasi di sekolah menurun

4. Suka berbicara jorok

5. Berperilaku jorok (menarik tali bra, menyenggol dengan sengaja bagian-bagian tubuh tertentu, dll)

6. Suka berkhayal tentang pornografi

7. Banyak minum dan banyak pipis

8. Suka menonton, bila dihentikan akan mengamuk (tantrum).

 

  1. C.    SELAMATKAN GENERASI DARI BAHAYA PORNOGRAFI!

 

Bahaya Pornografi Internet

Yang lebih memprihatinkan adalah bila seorang anak ketagihan pornografi di Internet. Dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno dibuat! Benar-benar angka yang memprihatinkan. Ini tidak hanya melanda anak-anak, kerena banyak orang dewasa yang juga ketagihan pornografi di Internet karena dengan mudah dan tanpa malu, seseorang dapat mengakses dan melihat gambar-gambar porno bahkan melalui telepon genggam.

Awalnya, mungkin seorang anak tidak berniat untuk melihat pornografi dan akan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang baik. Tetapi situs porno ini dapat muncul secara tiba-tiba saat seorang anak mencari bahan informasi untuk tugas sekolahnya atau untuk keperluan lainnya. Seorang anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal, maka seorang anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran.

Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik. Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Di sini juga dihasilkan dopamin, yaitu hormon yang menghasilkan perasaan nyaman, rileks atau fly pada seseorang.

Seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

Teknologi adalah salah satu media yang dapat membantu manusia untuk dapat hidup lebih baik, namun jika teknologi tersebut disalahgunakan maka dapat menghancurkan penggunanya. Internet yang adalah salah satu bagian dari teknologi yang dianggap sangat penting dalam mengakses informasi dan sarana untuk berkomunikasi, tetapi sekaligus dapat menjadi senjata makan tuan jika tidak dimanfaatkan secara bijaksana. Berdasarkan hasil survey, Indonesia berada pada urutan ke tujuh (7) pengunduh film porno terbesar di dunia. Pengunduh situs porno di Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah umur. Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah.

Tidak heran jika kejahatan seksual yang dilakukan oleh remaja dan anak dibawah umur semakin marak terjadi belakangan ini. Berbagai dampak buruk dari kegiatan menonton film porno bagi anak dibawah umur adalah rusaknya mental dan moral yang berimbas pada kejahatan-kejahatan seksual seperti maraknya pemerkosaan, hamil di luar nikah, penyakit kelamin, dan berbagai dampak buruk lainnya. Dari kebiasaan menonton, kemudian ingin coba-coba, kecanduan bahkan tidak sedikit dari mereka yang mencoba membuat video cabul sendiri demi mengabadikan aktifitas seks bersama pasangan.

Banyaknya kasus video mesum yang melibatkan remaja dan anak dibawah umur yang beredar di internet belakangan ini, adalah salah satu contoh konkrit dari kerusakan moral yang diakibatkan oleh kegiatan menonton film porno. Karena terinspirasi oleh film yang mereka tonton, maka kegiatan seks bebas mulai mereka lakoni. Tercatat 70 ribu situs porno dan 32 situs porno baru setiap harinya, dan diperkirakan sekitar 2 video porno diproduksi di Indonesia. Konon sudah lebih dari 500 judul film porno lokal beredar di Indonesia, dengan peredaran uang yang sedikitnya mencapai Rp 19,6 miliar. Indutri pornografi makin marak tentunya karena bisnis ini sangat menggiurkan. Dari 500 file film porno lokal yang tersebar di internet, berikut adalah jenis tipe tayangannya:

1.         Pasangan anak muda yang sedang berpacaran Video cabul yang melibatkan sepasang anak muda yang sedang memadu cinta adalah rekaman terbanyak yang dijumpai di Internet. Sekitar 300 file yang sempat diteliti menampilkan adegan sex antar pasangan-pasangan muda SMA hingga mahasiswa.

2.         Pasangan selingkuh Pasangan ini sebenarnya sulit dideteksi, namun analisa dari sound, dialog dan tehnik perekaman gambar dapat memberikan kita keterangan bahwa pasangan yang sedang terekam adegannya adalah pasangan-pasangan selingkuh.

3.         Sex party Jenis tayangan ini hanya sekitar 10% dari total file yang berhasil dianalisa. Biasanya melibatkan wanita tuna susila dan para hidung belang yang gemar melakukan sex party bersama-sama.

4.         Crime dan perkosaan Video jenis ini lebih sedikit, pelakunya dipastikan laki-laki yang tega mengabadikan adegan perkosaan terhadap korban lawan jenisnya.

5.         Homo sexual dan lesbian Hanya ada 3 jenis tayangan homo dan lesbian Indonesia yang tersebar di Internet. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah dalam kuantitas yang mengagetkan.

Cara Menghindari Bahaya Internet

Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Melarang anak berinternet seperti melarang anak memakai energi listrik dan kembali ke zaman batu. Hendaknya jawaban tidak berorientasi kembali ke masa lalu atau anti-modernisasi. Lalu pertanyaan yang perlu dijawab juga, Bagaimana melindungi anak dari pornografi internet?

Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet, sebagai orang-tua Anda dapat melindungi buah hati Anda dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet

Jangan mengganggap diri terlalu tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang tua berpikir tidak ada dampak negatif dari Internet.

  • Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat

Kadang orang tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak.

  • Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri

Karena Anda tidak dapat mengawasi anak Anda 24 jam, biasakan anak Anda untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat Anda tidak ada atau saat muncul situs porno mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Anda tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.

  • Batasi penggunaan Internet

Jangan biarkan anak-anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini.

  • Jaga komunikasi yang baik dengan anak

Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan Anda untuk menanamkan nilai-nilai moral. Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak mudah terkecoh.

  • Memasang software filter pornografi

Untuk mencegah anak-anak mengakses situs porno, orang tua dapat memasang software filter pornografi, yaitu K9 web protection untuk menyaring situs-situs porno.

  • Cegah penyalahgunaan ponsel

Semakin canggihnya teknologi ponsel semakin mempermudah anak untuk mengakses berbagai informasi di Internet. Namun, tak jarang ponsel disalahgunakan untuk mengakses atau menyimpan hal-hal negative, seperti foto dan video porno. Jangan berikan ponsel mahal dan canggih kepada anak, berikan ponsel yang tidak berkamera dengan harga 300 ribuan, dengan fungsi utama untuk telepon dan SMS. Karena ponsel dengan fitur-fitur canggih akan membuat anak-anak lebih leluasa mengakses situs-situs negatif.

Semua orang tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Anda perlu melindungi anak Anda dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi dan para pemangsa atau predator seksual.

 

  1. bagaimana jika si remaja itu sudah ketagihan ? bagaimana cara menghentikannya ?

  2. thank you ntip link aja
    mediablizz.net
    alectiautilities.com

  3. ini tulisan sendiri ya?

  4. sangat bermanfaat bagi para remaja-remaja yg ketagihan melihat PORNOGRAFI 🙂

  5. jaman sekarang memang memprihatinkan. aku sebagai remaja berusaha agar tetap katakan tidak pada seks bebas. tapi kenapa ortuku suka menyebut kata2 jorok saat aku bicara dengan mereka? bukankah harusnya ortu itu bisa memberi contoh yang baik! buat yang menulis artikel ini terimakasih bermanfaat sekali tipsnya:D

  6. Terima kasih ilmu nya 🙂

  7. ini masalah generasi mudah sekarang. makasih infonya, kebetulan saya juga ngebahas bahasan yang sama di http://program-skip.blogspot.com/

  8. kristen itu pengecut yang kayak tahi

  1. Ping-balik: Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini - GdHE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: